Google+ Followers

Jumat, 15 Februari 2013

Ayo Berkebun Karet

TANAMAN KARET MATANG SADAP

Untuk bisa disadap, tanaman karet yang berada dalam suatu hamparan lahan harus sudah matang sadap pohon dan matang sadap kebun. Matang sadap pohon adalah suatu kondisi di mana tanaman karet akan memberikan hasil lateks maksimal ketika disadap tanpa menyebabkan gangguan pada pertumbuhan dan kesehatan pohon karet tersebut (Widianti,2008). Dengan perawatan yang baik, matang sadap pohon umumnya bisa dicapai pada saat tanaman karet berusia 4-5 tahun. Ciri utama tanaman karet yang sudah matang sadap pohon adalah lilit batang yang sudah mencapai 45 cm pada ketinggian 100 cm dari pertautan okulasi (kaki gajah). Matang sadap kebun adalah jumlah tanaman yang sudah matang sadap pohon dalam suatu areal pertanaman karet sudah mencapai 60–70 % ketika berusia 4-5 tahun. Pada saat matang sadap pohon, diharapkan ketebalan kulit kayu  sudah mencapai 6-7 mm.
Saat mencapai umur 5 tahun, dilakukan pe-lejer-an pada tanaman karet yang berada di hamparan lahan karet. Pe-lejer-an adalah pemberian tanda pada tanaman karet, apakah tanaman karet sudah matang sadap pohon atau belum. Lilit batang yang berukuran 45cm diberi tanda (T). Yang lebih dari 45 cm diberi tanda (+). Dan yang kurang dari 45 cm diberi tanda (-). pemberian tanda bisa dilakukan dengan menggunaka cat atau apapun yang tidak hilang selama 1-2 bulan.   Dengan mengetahui jumlah tanaman karet yang sudah matang sadap pohon, diketahaui juga apakah suatu hamparan tanaman karet sudah matang sadap kebun atau belum. Pe-lejer-an dilakukan sekitar 1-2 bulan sebelum bukaan sadap pertama. Pe-lejer-an dilakukan pada bulan Juli-Agustus,ini karena bukaan sadap pertama biasanya dilakukan pada bulan Oktober atau Bulan April. Pada awal musim penghujan diharapkan pertumbuhan tanaman karet bisa maksimal sehingga lateks yang dihasilkan juga maksimal. Selain itu, pertumbuhan yang maksimal juga dapat meminimalisir stress tanaman karet karena baru pertama kali disadap. Pada bulan-bulan tersebut intensitas serangan penyakit pada bidang sadap juga minimum.

pustaka:
Khasanah, Nurul,dkk. 2008. Pertumbuhan karet dalam sistem monokultur dan campuran dengan akasia. Jurnal Penelitian Karet. 26(1): 31-48.
Rouf, Akhmad. 2012. Sistem Eksploitasi yang Optimal dan Berkelanjutan pada Tanaman Karet. Balai Penelitian Getas (Pusat Penelitian Karet).
Widianti ,Novi. 2009. Ikuti Anjuran, Produksi Tinggi Kan Diraih. Hevea Nomor 1 Volume 1 April 2009